Seni Budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang Patut Dilestarikan
Seni budaya Indonesia punya kategori yang sangat luas dengan ciri khasnya masing-masing. Hal ini bisa terjadi karena bentangan geografis Indonesia mampu melahirkan variasi kesenian yang tak terbatas.
Semua seni budaya yang sudah lahir tentu patut lestari dalam jangka panjang. Tanpa seni budaya yang terjaga, maka bangsa Indonesia akan kehilangan aset yang tak ternilai harganya. Oleh sebab itu, pemahaman semua jenis seni adalah kewajiban agar tahu apa saja yang harus terjaga.

Seni Budaya yang Patut Dilestarikan
Mengenal seni dan budaya Indonesia menjadi salah satu gerbang untuk proses pelestarian. Apalagi saat ini sudah banyak gempuran budaya asing dari berbagai arah. Jadi penting untuk paham apa saja seni yang harus lestari sesuai daftar berikut:
1. Seni Pertunjukan
Ragam pertunjukan termasuk salah satu cerminan seni budaya Indonesia yang sangat beragam. Seni pertunjukan tidak hanya sebagai hiburan. Namun di dalamnya ada unsur sakral sampai kritik masyarakat.
Beberapa jenis seni pertunjukan yang harus terjaga adalah tari, drama/teater, dan wayang. Contoh tari tradisional adalah Tari Kecak, Tari Reog Ponorogo, Tapi Saman, Tari Piring, Tari Jaipong, dan lainnya.
Seni teater tradisional seperti randai, makyong, lenong, ludruk, dan ketoprak juga perlu terjaga. Apalagi wayang, tentu tidak boleh terlewat untuk selalu menjadi aset berharga yang terjaga bagi Indonesia.
2. Mahakarya Kriya dan Wastra
Keragaman seni dan budaya di Indonesia juga bisa terlihat dari seni kriya sampai wastra yang sudah terbangun. Seni kriya bisa berupa kerajinan di berbagai media. Sedangkan wastra adalah kain tradisional khas Indonesia.
Contoh mahakarya kriya dan wastra yang patut lestari adalah patung, topeng, kain batik, kain tenun, kain songket, dan lainnya. Karya seperti ini tidak hanya soal budaya tapi juga ada nilai unggul dan estetika di dalamnya.
Potensi karya kriya dan wastra untuk ekonomi kreatif juga sangat luas. Bukan hanya pasar Indonesia, pasar Internasional juga tertarik dengan produk seperti ini. Jadi jika dilestarikan, maka akan punya banyak aspek keuntungan bagi Indonesia.
3. Seni Musik Tradisional
Seni budaya Indonesia khususnya untuk musik juga sangat penting. Pelestariannya bukan hanya pada potensi jenis musik, tapi juga pada alat musiknya. Selain sebagai hiburan, seni musik juga mampu menggambarkan Indonesia dengan lebih menyenangkan.
Contoh musik yang patut lestari adalah keroncong, musik krumpyung, gambang kromong, dan lainnya. Jika dibuat daftar lengkapnya, maka jumlah musik Indonesia akan sangat banyak dan semua harus terjaga.
Alat musik juga harus lestari dari masa ke masa. Beberapa contohnya adalah kecapi, keso, gamelan, suling, tifa, angklung, dan lainnya. Jika semua bisa lestari dengan baik, maka anak cucu di masa depan bisa merasakan nuansa budaya tersebut.
4. Ragam Seni Rupa
Pesona seni budaya di Indonesia juga terlihat dari seni rupanya. Bukan hanya sebagai aksesoris, seni rupa justru mampu merekam sejarah perkembangan estetika dan spiritual masyarakat zaman dulu.
Misalnya saja ada ukiran, lukisan, anyaman, dan yang lain. Jenis-jenis ini jika lestari akan memiliki nilai yang lebih tinggi. Semakin panjang kehadirannya di masyarakat, maka nuansa estetisnya semakin melekat dengan budaya.
5. Seni Sastra
Jangan sampai lupa dengan seni budaya Indonesia kategori sastra. Jenis seperti ini juga harus dilestarikan dengan baik dan terjaga untuk generasi selanjutnya. Dokumentasi sastra lisan dalam bentuk digital bisa menjadi salah satu langkah strategis.
Beberapa jenisnya antara lain hikayat, dongeng rakyat, syair daerah, dan juga pantun. Semua memiliki makna sendiri dan lekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, seni sastra penting menjadi bentuk pelestarian di masa mendatang.
Penutup
Melihat perkembangan globalisasi saat ini, masyarakat tentu harus sadar bahwa seni budaya Indonesia harus terus lestari. Bangga akan aset ini penting, tapi juga harus diimbangi dengan apresiasi serta mempelajarinya secara aktif.

Leave a Reply